Liga italia
Montella: Awal Karier Saya Bersama La Viola
Vincenzo Montella. (Foto: Getty Images)
FIRENZE - Performa gemilang Fiorentina di awal musim
kali ini tak lain karena sentuhan sang Allenatore, Vincenzo Montella.
Meski begitu, Montella enggan jemawa dan merasa bahwa karier sebagai
pelatih baru saja dimulai.
Sebenarnya, Montella sendiri pernah menjadi caretaker AS Roma pada musim 2011, yang kemudia berlanjut ke Catania. Musim ini, dirinya ditunjuk sebagai suksesor Delio Rossi dan Vincenzo Guerini di Artemio Franchi.
Secara perlahan, Fiorentina pun mulai menemukan performa terbaiknya dengan meraih kemenangan sebanyak 7 kali dari 12 laga terakhir di Serie A. Ia pun berharap, La Viola terus tampil gemilang dan meraih catatan impresif.
"Kami tak merasakan adanya tekanan dan selalu menyenangkan bisa menerima pujian. Kami harus terus melaju tanpa terganggu. Karier saya sebagai pelatih baru dimulai dan saya tahu persis hal tersebut," ujar Montella, seperti dilansir Football Italia.
Montella pun membicarakan laga Fiorentina berikutnya kontra Atalanta, Minggu (18/11/2012). Ia mengatakan bahwa striker andalan La Viola, Stevan Jovetic bisa diturunkan dalam laga tersebut.
"Jovetic sudah bisa dimainkan, namun kami akan kembali melihat kondisinya. Kami tak boleh terburu-buru, namun ia telah membuktikan keinginannya untuk berada di sini," ujarnya.
Bicara soal lawannya kali ini, Montella menilai bahwa Atalanta bisa memberikan ancaman kepada timnya. Terlebih, Atalanta saat ini dalam kondisi yang baik usai mengalahkan Inter Milan.
"Atlanta tidak bisa dianggap sebagai tim kejutan, karena musim lalu mereka sangat kuat. Kami tidak mungkin meremehkan lawan, khususnya setelah mereka mengalahkan Inter Milan," tutup pelatih berusia 38 tahun tersebut. (min)
Sebenarnya, Montella sendiri pernah menjadi caretaker AS Roma pada musim 2011, yang kemudia berlanjut ke Catania. Musim ini, dirinya ditunjuk sebagai suksesor Delio Rossi dan Vincenzo Guerini di Artemio Franchi.
Secara perlahan, Fiorentina pun mulai menemukan performa terbaiknya dengan meraih kemenangan sebanyak 7 kali dari 12 laga terakhir di Serie A. Ia pun berharap, La Viola terus tampil gemilang dan meraih catatan impresif.
"Kami tak merasakan adanya tekanan dan selalu menyenangkan bisa menerima pujian. Kami harus terus melaju tanpa terganggu. Karier saya sebagai pelatih baru dimulai dan saya tahu persis hal tersebut," ujar Montella, seperti dilansir Football Italia.
Montella pun membicarakan laga Fiorentina berikutnya kontra Atalanta, Minggu (18/11/2012). Ia mengatakan bahwa striker andalan La Viola, Stevan Jovetic bisa diturunkan dalam laga tersebut.
"Jovetic sudah bisa dimainkan, namun kami akan kembali melihat kondisinya. Kami tak boleh terburu-buru, namun ia telah membuktikan keinginannya untuk berada di sini," ujarnya.
Bicara soal lawannya kali ini, Montella menilai bahwa Atalanta bisa memberikan ancaman kepada timnya. Terlebih, Atalanta saat ini dalam kondisi yang baik usai mengalahkan Inter Milan.
"Atlanta tidak bisa dianggap sebagai tim kejutan, karena musim lalu mereka sangat kuat. Kami tidak mungkin meremehkan lawan, khususnya setelah mereka mengalahkan Inter Milan," tutup pelatih berusia 38 tahun tersebut. (min)
Mazzarri Keluhkan Finishing I Partenopei
Walter Mazzarri. (Foto: Daylife)
NAPLES - Napoli harus puas berbagi satu poin dengan
AC Milan, usai bermain imbang 2-2 dalam laga lanjutan Serie A, Sabtu
(17/11/2012). Allenatore I Partenopei, Walter Mazzarri pun mengaku
kecewa dengan permainan anak asuhnya hingga gagal meraup poin penuh.
Bermain di San Paolo, Napoli sebenarnya sempat unggul 2-1 atas I Rossoneri di paruh pertama lewat gol Ghokan Inler dan Lorenzo Insigne. Sayang, Stephan El-shaarawy mampu mencteak gol keduanya di laga kali ini dan membuat laga berakhir imbang.
Atas hasil yang diraih Napoli pada Giornata ke-13 ini, Mazzarri menyalahkan para pemainnya yang terlalu banyak membuang peluang. Pelatih yang dikabarkan akan mengundurkan diri di akhir musim ini, merasa timnya buruk dalam melakukan penyelesaian akhir di gawang Milan.
"Di saat tim unggul dan mengakhiri laga ini dengan membuang banyak peluang seperti tadi saat berhadapan dengan Milan, maka kedudukan akan berakhir dengan imbang," keluh Mazzarri, seperti dilansir Football-Italia.
Dalam statistik yang dilansir Soccerway, Edison Cavani dkk hanya mampu membuat lima tendangan ke arah gawang dengan tujuh tendangan yang melebar. Oleh karena itu, Mazzarri menilai timnya kurang memiliki ketajaman hingga gagal memastikan kemenangan.
"Itu mengecewakan. Dengan sedikit ketajaman, kami bakal bisa memastikan kemenangan. Kami harus bisa menguasai tempo permainan dengan lebih baik lagi," ujarnya.
Ke depannya, sang allenatore berharap skuadnya mampu memperbaiki performanya. Pasalnya, hasil ini semakin memperlebar selisih poin mereka dengan sang capolista sementara, Juventus.
"Kami harus berkembang dan memperbaiki aspek-aspek tersebut. Kami harus lebih baik dalam melakukan penyerangan. Kali ini, kami sudah membuang percuma dua poin dalam dalam laga itu," pungkasnya. (min)
Bermain di San Paolo, Napoli sebenarnya sempat unggul 2-1 atas I Rossoneri di paruh pertama lewat gol Ghokan Inler dan Lorenzo Insigne. Sayang, Stephan El-shaarawy mampu mencteak gol keduanya di laga kali ini dan membuat laga berakhir imbang.
Atas hasil yang diraih Napoli pada Giornata ke-13 ini, Mazzarri menyalahkan para pemainnya yang terlalu banyak membuang peluang. Pelatih yang dikabarkan akan mengundurkan diri di akhir musim ini, merasa timnya buruk dalam melakukan penyelesaian akhir di gawang Milan.
"Di saat tim unggul dan mengakhiri laga ini dengan membuang banyak peluang seperti tadi saat berhadapan dengan Milan, maka kedudukan akan berakhir dengan imbang," keluh Mazzarri, seperti dilansir Football-Italia.
Dalam statistik yang dilansir Soccerway, Edison Cavani dkk hanya mampu membuat lima tendangan ke arah gawang dengan tujuh tendangan yang melebar. Oleh karena itu, Mazzarri menilai timnya kurang memiliki ketajaman hingga gagal memastikan kemenangan.
"Itu mengecewakan. Dengan sedikit ketajaman, kami bakal bisa memastikan kemenangan. Kami harus bisa menguasai tempo permainan dengan lebih baik lagi," ujarnya.
Ke depannya, sang allenatore berharap skuadnya mampu memperbaiki performanya. Pasalnya, hasil ini semakin memperlebar selisih poin mereka dengan sang capolista sementara, Juventus.
"Kami harus berkembang dan memperbaiki aspek-aspek tersebut. Kami harus lebih baik dalam melakukan penyerangan. Kali ini, kami sudah membuang percuma dua poin dalam dalam laga itu," pungkasnya. (min)
Allegri Soal Milan ke Serie B
Massimiliano Allegri (Foto: Reuters)
NAPLES - Beberapa hari lalu, Massimiliano Allegri
melontarkan penyataan mengejutkan saat memimpin sesi latihan. Dia
mengatakan, Milan bisa terdegradasi ke Serie B.
Komentar tersebut dilontarkannya pada sela-sela latihan tim jelang duel kontra Napoli yang berkesudahan 2-2. Atas komentarnya tersebut, Allegri pun sempat dikritik.
Allegri sendiri tak menampik bahwa dia mengatakan hal itu. Namun, dia mengatakan, komentarnya tersebut merupakan salah satu caranya untuk memancing respon dari anak asuhnya.
Triknya itu pun terbukti cukup ampuh. Milan mampu mengejar ketertinggalan 0-2 dari Napoli untuk memaksakan hasil imbang 2-2. Meski begitu, hasil ini belum cukup mengangkat posisis Milan yang hingga kini masih terpuruk di urutan 11 dengan koleksi 15 poin.
“Saya mengatakan hal itu (ke Serie B) untuk memotivasi skuad yang akan menghadapi serangkaian pertandingan penting,” ujar Allegri dikutip Football-Italia.
“Komentar itu tak lain untuk mengingatkan pemain, jika mereka melakukan kesalahan, maka kami mungkin saja terjerembab di dasar klasemen,” pungkasnya.
Usai duel kontra Napoli, Milan memang sudah ditunggu dua partai yang tak kalah krusial. Tengah pekan ini, I Rossoneri akan melakoni laga tandang kontrak Anderlecht di Liga Champions, sementara akhir pekannya, Milan harus menjamu pemuncak klasemen sementara Juventus di San Siro. (acf)
Komentar tersebut dilontarkannya pada sela-sela latihan tim jelang duel kontra Napoli yang berkesudahan 2-2. Atas komentarnya tersebut, Allegri pun sempat dikritik.
Allegri sendiri tak menampik bahwa dia mengatakan hal itu. Namun, dia mengatakan, komentarnya tersebut merupakan salah satu caranya untuk memancing respon dari anak asuhnya.
Triknya itu pun terbukti cukup ampuh. Milan mampu mengejar ketertinggalan 0-2 dari Napoli untuk memaksakan hasil imbang 2-2. Meski begitu, hasil ini belum cukup mengangkat posisis Milan yang hingga kini masih terpuruk di urutan 11 dengan koleksi 15 poin.
“Saya mengatakan hal itu (ke Serie B) untuk memotivasi skuad yang akan menghadapi serangkaian pertandingan penting,” ujar Allegri dikutip Football-Italia.
“Komentar itu tak lain untuk mengingatkan pemain, jika mereka melakukan kesalahan, maka kami mungkin saja terjerembab di dasar klasemen,” pungkasnya.
Usai duel kontra Napoli, Milan memang sudah ditunggu dua partai yang tak kalah krusial. Tengah pekan ini, I Rossoneri akan melakoni laga tandang kontrak Anderlecht di Liga Champions, sementara akhir pekannya, Milan harus menjamu pemuncak klasemen sementara Juventus di San Siro. (acf)