Background

Background

Silahkan klik beberapa gambar di bawah ini

  • image1
  • image2
  • image3
  • image4
  • image2
  • image1
  • image4
  • image3


Foto dokumentasi Daigo Saito pada Achilles Formula Drift 2011 di Sirkuit JiExpo Kemayoran, Jakarta (FOTO ANTARA/Puspa Perwitasari)
Jakarta (ANTARA News) - Drifter unggulan dunia, Daigo Saito, menilai drifter Indonesia mengalami kemajuan sehingga layak diperhitungkan pada pertarungan terakhir seri Formula Drift Asia 2012 yang akan berlangsung di Area Parkir Barat, Jakarta International Expo (JI Expo), Kemayoran, Jakarta pada 17-18 November. 

"Saya melihat perkembangan drifter Indonesia sekarang lebih baik. Mereka mengalami kemajuan dari tahun lalu," kata drifter asa Jepang saat jumpa pers di Jakarta, Jumat.

Bisa dibilang Daigo merupakan drifter terbaik Asia karena telah mengukuhkan diri sebagai juara pada Formula Drift USA 2012.

Sejak menjejakkan kakinya di Formula Drift Asia pada seri di tahun 2010 ia juga hampir selalu memegang juara pertama hingga musim tahun 2012. 

Drifter yang mulai terjun di dunia drift dalam D1 Grand Prix tahun 2004 itu akan mati-matian mempertahankan gelar juaranya pada final Formula Drift Asia nanti.

"Saya akan bertanding sebaik mungkin agar menang lagi," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, bintang dari kejuaraan Formula Drift Eropa dan Amerikan Serikat asal Norwegia, Frederic Aasbo juga mengatakan kemajuan drifter Indonesia yang menjadi tantangan tersendiri baginya apalagi ini akan menjadi pengalaman pertamanya menjajal sirkuit di Asia.

"Saya melihat kemajuan mereka luar biasa. Ini adalah tantangan bagi semua drifter dalam ajang ini," kata Frederic yang mengaku telah melihat video-video dari drifter Indonesia itu.

Sebanyak 22 drifter Indonesia akan bertarung dengan drifter -drifter kelas Internasional untuk memperebutkan gelar pada musim Formula Drift Asia tahun ini.

Bahkan drifter Indonesia, Rio SB dan Emmanuel Amandio berada di lima besar dari total poin yang mereka kumpulkan di pertandingan sebelumnya, Malaysia dan Singapura.

Jakarta untuk kedua kalinya menjadi tuan rumah final Formula Drift Asia yang kali ini akan diikuti 34 drifter yang terdiri dari 22 drifter dari Indonesia dan sisanya dari Amerika Serikat, Norwegia, Jepang, Australia, serta Malaysia.

Drifter wanita Indonesia, Alinka Hardianti juga akan meramaikan ajang yang digelar sejak tahun 2008 itu. Alinka akan menjadi satu-satunya drifter perempuan yang akan berlaga.

  Drivers take the start of the British Formula One Grand Prix at Silverstone in June 2009.
Photo ilustrasi

Jakarta (ANTARA News) - Drifter Indonesia Emmanuel Amandio akan berjuang untuk masuk di posisi lima besar pada pertarungan terakhir seri Drift Asia 2012 yang akan berlangsung di Area Parkir Barat, Jakarta International Expo (JI Expo), Kemayoran, Jakarta pada 17-18 November..

"Saya berusaha untuk masuk lima besar," kata drifter yang akrab disapa Dio itu usai jumpa pers di Area Parkir Barat, JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Jumat.

Dio mengaku telah melakukan persiapan khusus untuk menghadapi final "Achilles Formula Drift Indonesia 2012" itu dengan melakukan perubahan jauh pada mobilnya. 

Ia telah mengantongi total poin sebesar 141 dari dua seri sebelumnya di Malaysia dan Singapura.

Peluangnya semakin besar karena salah satu drifter Jepang, Max Orido, yang berada satu peringkat di atas Dio urung tampil pada final kali ini sehingga mengangkat posisi Dio satu tingkat di posisi keempat dari sebelumnya di posisi kelima.

Pada laganya di Formula Drift tahun 2010 ia berhasil menduduki posisi ketiga berkat itu pula ia berhak mendapat lisensi seumur hidup untuk berlaga di Formula Drift USA yang telah dilakoninya pada 2011 dan 2012 ini.

Sayangnya,  dewi fortuna tidak berpihak padanya pada Formula Drift Asia 2011, ia harus puas hanya berada di posisi ke-16.

"Saat itu mobil dan tim saya kurang maksimal," ujar mahasiswa London School itu yang menargetkan untuk turun di Grand Prix D1 di Jepang tahun depan.

Menurutnya, laga D1 memiliki level yang berbeda ketimbang drifting. Dio sendiri bisa berlaga di D1 karena telah memiliki lisensi setelah bermain di Formula Drift USA.

"Rencananya April tahun depan tetapi saya masih cari mobil yang akan dipakai. Kalau Formula Drift USA saya absen dulu tahun depan karena mau fokus di Asia," tambahnya.

Dio dan 21 drifter Indonesia akan bertarung dengan drifter-drifter Internasional seperti drifter terbaik asal Jepang, Daigo "Ninja" Saito, pangeran Drift asal Malaysia, Tengku Djan Ley, drifter asal Australia Josh Boettcher, serta bintang dari kejuaraan Formula Drift Eropa dan Amerika Serikat, Frederic Aasbo yang untuk pertama kalinya menjajal sirkuit Asia. 

Sebanyak 34 drifter akan memperebutkan posisi di babak kualifikasi sehingga 32 drifter yang lolos nanti akan ditantang di final keesokan harinya untuk menjadi drifter terbaik Asia pada musim tahun 2012 ini.

(M047)


 Photo ilustrasi

Hong Kong (ANTARA News) - Pebalap asal Portugal Luis Filipe de Sousa Carreira tewas dalam kecelakaan saat sesi kualifikasi Grand Prix Makau.

Panitia penyelenggara mengatakan Carreira meninggal dunia akibat cedera-cedera yang dialaminya pada kecelakaan yang terjadi Kamis petang tersebut. Tidak ada pebalap lain yang terlibat dalam insiden yang terjadi di Fishermand's Bend itu.

"Sebagai hasil diagnosis para dokter, Tuan Carreira segera dievakuasi dengan menggunakan ambulans menuju rumah sakit," kata panitia seperti yang dikutip dari AFP.

Pria 35 tahun asal Lisbon itu meninggal dunia 30 menit kemudian.

"Komite Grand Prix Makau telah menghubungi keluarga dan para anggota tim, dan panitia menyampaikan rasa duka yang mendalam."

Sementara itu, Ketua Komite Grand Prix Makau, Joao Manuel Costa Antunes mengatakan kepada harian Hongkong, South China Morning Post, bahwa selama lebih dari 60 tahun penyelenggaraan Grand Prix, catatan angka kematian pebalap masih dapat diterima.

"Semua yang terlibat dalam olahraga otomotif dan sepeda motor paham benar apa yang saya katakan," kata Antunes, saat mengomentari insiden Carreira.

Carreira adalah pebalap sepeda motor kedua yang mengalami kecelakaan mematikan di trek tersebut dalam tujuh tahun terakhir, dan kecelakaan sepeda motor kedua pada era ini.

Panitia penyelenggara tidak memberi rincian lebih lanjut kepada AFP.

Pebalap Italia Marco Simoncelli (24) meninggal dunia pada tahun lalu akibat kecelakaan, yang mengakibatkan dibatalkannya penyelenggaraan GP Malaysia.

Ilustrasi. Tinju Indonesia bidik Olimpiade 2016. (FOTO ANTARA/Ismar Patrizki/PD/11)
Makassar (ANTARA News) - Pengurus Besar Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PB Pertina) membidik Olimpiade 2016 di Rio de Jainero, Brasil dengan mempersiapkan sejumlah petinju untuk berlatih di Kuba dan melakukan pembinaan petinju muda untuk persiapan mengikuti Olimpiade tinju remaja (Youth) 2014.

Ketua Umum PB Pertina A Reza Ali di Makassar, Kamis mengatakan, Pertina berupaya maksimal untuk mengikuti seluruh kegiatan tinju internasional yang telah diagendakan badan tinju dunia (IABA), termasuk mempersiapkan petinju yang kini mengikuti Pelatnas menghadapi pra olimpic.

Pertina, kata Reza, memanggil 30 petinju mengikuti Pelatnas di Makassar sebagai persiapan menghadapi berbagai event internasional, termasuk Presiden Cup yang akan berlangsung di Makassar pada 2013.

Selain petinju senior, PB pertina juga akan mengirim sembilan petinju usia muda 18-19 tahun untuk mengukiti latihan di Armenia.

Semua petinju, baik putra maupun putri yang terpilih masuk Pelatnas juga akan tampil di kejuaraan Sarung Tinju Emas (STE) yang berlangsuyng di Makassar 4-9 Desember 2012.

Kejuaraan nasional tinju yang merupakan program bersama PB Pertina dengan SIWO-PWI tersebut juga sebagai ajang seleksi petinju yang akan tampil di SEA Games 2013.

Sebelumnya, Reza meminta seluruh Pengprov Pertina melakukan pembinaan secara dini dengan merekrut petinju-petinju muda berbakat melalui kejuaraan antara sekolah maupun antara pengcab Pertina di semua pengurus provinsi Pertina.

"Hanya dengan frekuensi pertandingan yang berkesinambungan akan lahir petinju-petinju muda yang bisa mengharumkan nama baik bangsa dan negara di ajang pertandingan internasional," ujar Reza didampingi Ketua Pengprov Pertina Sulsel Ryan Latief pada Musyawarah Kerja Pengprov Pertian Sulsel.

(S016/M019)


Makassar (ANTARA News) - Kejuaraan nasional tinju master Sarung Tinju Emas (STE) yang berlangsung 5-9 Desember 2012 di Makassar akan melibatkan 55 petinju dari berbagai provinsi.

Ketua Umum PB Pertina Reza Ali di Makassar, Kamis, mengatakan, petinju yang turun di kejuaraan STE adalah mereka yang tampil sebagai juara di kejurnas, PON, Piala Wapres, SEA Games 2011 dan beberapa kejuaraan lainnya di Tanah Air.

Sebanyak 30 petinju yang kini mengikuti Pelatnas di Makassar juga akan tampil di STE, sekaligus sebagai seleksi untuk memilih 11 petinju yang akan mengikuti latihan selama delapan bulan di Kuba. 


"Kita akan pilih tujuh petinju putra dan empat putri yang akan berlatih di Kuba," ujar Reza yang didampingi Ketua Pengprov Pertina Sulsel Ryan Latief.

Sementara itu Ketua Pengprov Pertina Sulsel Ryan Latief menyatakan, pihaknya telah siap menggelar event tinju nasional antarmaster tersebut yang mempertandingkan 14 kelas terdiri atas delapan kelas putra dan empat kelas putri.

Menurut Ryan, STE 2012 adalah yang pertama menggelar pertandingan nomor putri, sehingga pada STE di Makassar ini akan lebih menarik dibanding pada STE sebelumnya yang sempat vacum selama tiga tahun.

"Kita akan bekerja maksimal untuk menyukseskan STE dengan memilih tempat pertandingan yang cukup refresentatif maupun akomodasi seluruh peserta di hotel berbintang, "ujar Ryan.

Pengprov Pertina Sulsel sebagai penyelenggara mengharapkan bisa menurunkan sejumlah petinju di STE 2012, selain yang telah tercatat sebagai petinju master dan merebut berbagai gelar di sejumlah kejuaraan nasional. 

(S016/D011)


Ilustrasi (FOTO ANTARA/Ismar Patrizki)

Makassar (ANTARA News) - Empat petinju yang diproyeksikan memperkuat Indonesia di SEA Games dan pra Olimpiade Brazil 2016 hingga kini belum bisa bergabung dalam Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Makassar.

Direktur pelatnas PP Pertina John Amanupunyo saat dihubungi dari Makassar-Balikpapan, Kamis, mengatakan, keempat petinju itu belum bergabung karena belum mendapatkan ijin dari kesatuannya di TNI. Keempatnya yakni Alex Tatonto, Charles (Sulsel), Wilis (Jateng), serta Kusdiono asal Jabar.

"Keempatnya masih kita tunggu untuk mengikuti Pelatnas. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah mendapat restu sehingga bisa lebih fokus dalam mematangkan kemampuan masing-masing," jelasnya.

Sedangkan untuk petinju lainnya, kata dia, sudah mulai menjalani Pelatnas di Pulau Khayangan Makassar. Seluruh atlet telah tiba di Makassar sejak Senin (12/11). Seluruh petinju selanjutnya akan menjalani pelatnas hingga pelaksanaan kejuaraaan Sarung Tinju Emas (STE) Desember 2012.

Mantan Direktur Teknik Pertina Sulsel itu mengatakan, terpaksa meninggalkan atlet di Pelatnas untuk menghadiri penataran pelatih di Balikpapan.

"Namun saya akan langsung kembali ke Makassar saat kegiataan ini berakhir 18 November mendatang. Kita juga telah menyiapkan sejumlah pelatih untuk menangani atlet selama Pelatnas di Makassar," ujarnya.

Terkait keputusan PP Pertina mengeluarkan sejumlah petinju dari daftar tim pelatnas, menurut dia, merupakan bagian dari komitmen Pertina untuk prestasi. Pihaknya juga berjanji akan bertindak tegas pada setiap atlet yang dinilai tidak serius memperkuat Indonesia.

PP Pertina sebelumnya telah mencoret beberapa petinju diantaranya Nobertha Tajum (54 kg) dan Kisa Kmuur (57 kg) dari Papua serta Selly Wanimbo (48 kg) dan Dolince Sanadi (60 kg) dari Papua Barat.

"Erico Amanupunyo yang juga anak saya sendiri akan kita coret jika tidak menunjukkan keseriusan mengikuti pelatnas. Ini kita lakukan sebagai upaya meningkatkan prestasi tinju Indonesia di dunia intrenasional," ujarnya. ***3***
(KR-DF)


Ilustrasi. Tinju amatir. (ANTARA/Puspa Perwitasari)

Semarang (ANTARA News) - Panitia penyelenggara berharap sebanyak 120 petinju bisa tampil pada Invitasi Tinju Amatir Jateng 2012 di Hall Tenis GOR Jatidiri Semarang, 20-24 November 2012, kata Sekum Pengprov Pertina Jateng Soedjatmiko.

"Saat ini yang sudah masuk kepada kami sekitar 48 petinju dari berbagai daerah di Jateng seperti Semarang, Banyumas, Cilacap, Surakarta, Sukoharjo, maupun Banjarnegara," katanya di Semarang, Selasa.

Ia menjelaskan, mereka yang tampil pada invitasi itu akan turun atas nama sekolah, Bapopsi (Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia), Pengcab Pertina, dan sasana.

Ia mengatakan, event itu sebenarnya memang program dari Bapopsi Jateng tetapi dalam penyelenggaraannya bekerja sama dengan Pertina Jateng.

"Kami berharap antusiasme tinggi dari semua pihak untuk mengirimkan petinjunya pada invitasi ini," katanya.

Invitasi Tinju Amatir Jateng itu akan dibagi dalam dua kelompok, yaitu junior yang diikuti pelajar kelompok SLTP dan kelompok umur youth yang diikuti pelajar SLTA.

Untuk SLTP akan dibagi dalam beberapa kelas mulai 42 hingga 57 kilogram untuk putri dan 45-60 kilogram untuk putra, sedangkan untuk SMA akan mempertandingkan kelas 45-60 kilogram untuk putri, serta 44-69 kilogram untuk putra.

Ketua Bapopsi Jawa Tengah Agus Raharjo mengatakan, selain untuk memasarkan olahraga tinju di kalangan pelajar, invitasi itu juga sebagai ajang penjaringan petinju-petinju terbaik.

"Nantinya petinju muda hasil `talent scooting` tersebut akan dipersiapkan tampil pada Popnas (Pekan Olahraga Pelajar Nasional) di Jakarta, September 2013," katanya.