Tersandung izin, empat petinju belum gabung Pelatnas
Makassar (ANTARA News) - Empat petinju yang diproyeksikan
memperkuat Indonesia di SEA Games dan pra Olimpiade Brazil 2016 hingga
kini belum bisa bergabung dalam Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di
Makassar.
Direktur pelatnas PP Pertina John Amanupunyo saat dihubungi dari
Makassar-Balikpapan, Kamis, mengatakan, keempat petinju itu belum
bergabung karena belum mendapatkan ijin dari kesatuannya di TNI.
Keempatnya yakni Alex Tatonto, Charles (Sulsel), Wilis (Jateng), serta
Kusdiono asal Jabar.
"Keempatnya masih kita tunggu untuk mengikuti Pelatnas.
Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah mendapat restu sehingga bisa lebih
fokus dalam mematangkan kemampuan masing-masing," jelasnya.
Sedangkan untuk petinju lainnya, kata dia, sudah mulai menjalani
Pelatnas di Pulau Khayangan Makassar. Seluruh atlet telah tiba di
Makassar sejak Senin (12/11). Seluruh petinju selanjutnya akan menjalani
pelatnas hingga pelaksanaan kejuaraaan Sarung Tinju Emas (STE) Desember
2012.
Mantan Direktur Teknik Pertina Sulsel itu mengatakan, terpaksa
meninggalkan atlet di Pelatnas untuk menghadiri penataran pelatih di
Balikpapan.
"Namun saya akan langsung kembali ke Makassar saat kegiataan ini
berakhir 18 November mendatang. Kita juga telah menyiapkan sejumlah
pelatih untuk menangani atlet selama Pelatnas di Makassar," ujarnya.
Terkait keputusan PP Pertina mengeluarkan sejumlah petinju dari
daftar tim pelatnas, menurut dia, merupakan bagian dari komitmen Pertina
untuk prestasi. Pihaknya juga berjanji akan bertindak tegas pada setiap
atlet yang dinilai tidak serius memperkuat Indonesia.
PP Pertina sebelumnya telah mencoret beberapa petinju diantaranya
Nobertha Tajum (54 kg) dan Kisa Kmuur (57 kg) dari Papua serta Selly
Wanimbo (48 kg) dan Dolince Sanadi (60 kg) dari Papua Barat.
"Erico Amanupunyo yang juga anak saya sendiri akan kita coret jika
tidak menunjukkan keseriusan mengikuti pelatnas. Ini kita lakukan
sebagai upaya meningkatkan prestasi tinju Indonesia di dunia
intrenasional," ujarnya. ***3***
(KR-DF)