Pelita Jaya juara pramusim NBL
Surabaya (ANTARA News) - Tim Pelita Jaya Jakarta tampil sebagai
juara turnamen pramusim Liga Basket Nasional (NBL) Indonesia 2012,
setelah menghempaskan juara bertahan CLS Knights Good Day 79-56 pada
final di DBL Arena Surabaya, Minggu Malam.
Tuan rumah CLS Knights yang sebenarnya mendapat dukungan penuh dari
ribuan penonton, tampil di bawah bentuk permainan terbaiknya dan
tertekan sejak kuarter awal.
Dengan permainan cepat dan akurasi tembakan yang bagus, Pelita Jaya
langsung melaju meninggalkan CLS dengan 26-10, dan 11 angka di
antaranya sumbangan Andi Poedjakesuma.
Memasuki kuarter kedua, CLS mencoba bangkit dan bermain lebih
agresif, tetapi anak-anak Pelita Jaya mampu bermain konsisten dengan
tetap memimpin 39-25.
Usaha CLS melalui tembakan jarak jauh tidak pernah berhasil. Dari
sembilan kali lemparan tiga lewat Sandy Febiansyah, Agus Tony, dan Dimaz
Muharri, tak ada yang membuahkan poin.
Justru Andy "Batam" Poedjakesuma dan Ary Chandra tampil impresif
pada kuarter ketiga melalui tembakan tiga angkanya untuk membawa Pelita
Jaya semakin menjauh 60-38.
Dalam kondisi tertinggal cukup jauh, tuan rumah CLS sepertinya
sudah menyerah dan bermain sedikit longgar. Situasi ini dimanfaatkan
Pelita Jaya untuk terus menekan di kuarter akhir.
Hingga peluit panjang berbunyi tanda pertandingan usai, tim asuhan
pelatih Nathaniel Canson itu tetap tidak terkejar dan merebut gelar
juara dengan skor 79-56.
Ary Chandra dan Andy Batam menjadi pencetak poin tertinggi dalam laga ini, dengan masing-masing membukukan 24 dan 23 poin.
"Anak-anak bermain normal sesuai instruksi pelatih, tetapi kami
justru kaget dengan permainan CLS yang tidak sebaik sebelumnya," kata
Asisten Pelatih Pelita Jaya, Ali Budimansyah, usai pertandingan.
Menurut ia, kemenangan ini menjadi modal berharga untuk menghadapi
kompetisi NBL musim 2012-2013 yang dimulai pertengahan November
mendatang.
Secara terpisah, Pelatih CLS Knights Eduard Santos mengakui, timnya
bermain sangat buruk dan kesulitan mengimbangi permainan Pelita Jaya.
"Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan permainan anak-anak malam
ini. Banyak sekali kesalahan, pertahanan dan akurasi tembakan juga
buruk," katanya.
Pelatih asal Filipina itu menambahkan, kondisi fisik sebagian besar
pemainnya tidak prima, karena sehari sebelumnya bermain habis-habisan
hingga "overtime" melawan Aspac Jakarta di laga semifinal.
Sementara itu, pada perebutan tempat ketiga, Dell Aspac Jakarta
menaklukkan tim sekota sekaligus juara kompetisi NBL musim 2011-2012
Satria Muda Britama Jakarta dengan skor tipis 59-55.